Kamis, 20 Oktober 2016

Pengantar Teknologi Sistem Cerdas


Teknologi Sistem Cerdas

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang Teknologi Sistem Cerdas. Sebelum saya membahas apa itu teknologi sistem cerdas, saya akan menjelaskan terlebih dahulu definisi dari teknologi.

Apa itu Teknologi ?

Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan, dan kenyamanan hidup manusia.

Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam beperjalanan, dan mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetak, telepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan damai; pengembangan senjata penghancur yang semakin hebat telah berlangsung sepanjang sejarah, dari pentungan sampai senjata nuklir.

Apa itu sistem cerdas ?

Sistem cerdas atau yang pada umumnya disebut dengan kecerdasan buatan atau Artifical Intelligence (AI) merupakan suatu kecerdasan entitas ilmiah. Sistem seperti ini pada umumnya dianggap sebagai komputer. Kecerdasan buatan ini sering dikaitkan dengan kemampuan komputer agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan oleh manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain Sistem pakar, permainan komputer atau game, logika fuzzy, jaringan saraf tiruan, dan robotika. Sistem cerdas atau Artifical Intelligence ini juga mengingatkan kita dengan film dengan kehebatan robot yang ada di film Transfomers dan Real Steel

Beberapa ahli mengemukakan definisinya tentang kecerdasan buatan atau Artifical Intelligence (AI), yaitu sebagai berikut:

-          “Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) ialah Memodelkan proses berpikir manusia dan mendesain mesin agar menirukan perilaku manusia.” (John McCarthy 1956)

 
-          “Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) ialah sebuah tempat sebuah penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang -dalam pandangan manusia adalah- cerdas.” (H.A Simon 1987)
 

-          “Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) ialah sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.” (Rich and Knight 1991)

 

Contoh penerapan sistem cerdas banyak kita jumpai pada di kehidupan sehari hari kita misalnya pada game Pro Evolution Soccer, DOTA, Clash Of Clans. Didalam game tersebut terdapat aksi atau reaksi dan terjadi antar komponen yang berkaitan dengan game tersebut layaknya didunia nyata. Dalam game Pro Evolution Soccer atau yang disingka PES, kita harung menggiring bola, mengoper bola dari satu pemain ke pemain lainnya dan mengarahkan tendanganyang tepat sehingga kita bisa memasukkan bola kegawang lawan.

 


 

Selain itu penerapan lain adalah di bidang robotika. Robot Big Dog yang bisa menyeimbangkan dirinya untuk tetap berdiri meskipun banyak gangguan yang memungkinkan untuk jatuh. Robot Ashimo milik honda yang bisa menari-nari ketika ada manusia yang memberikan contoh gerakan menari juga salah satu bentuk aplikasi sistem cerdas dalam robotika. Karena robot ashimo tersebut dapat bereaksi dan dapat mengenali rasa dan emosional yang ditangkapnya ketika manusia memberikan aksi berupa mengajak menari.
 
 

Sumber:
http://www.pendidikanmu.com/2015/04/pengertian-kecerdasan-buatan-menurut-para-ahli.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan_buatan
https://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi
http://royandawud-fst09.web.unair.ac.id/artikel_detail-43533-Sistem%20Cerdas-Overview%20Sistem%20Cerdas.html

Senin, 11 April 2016

Tugas 2 Manajemen Layanan Sistem Informasi

Business Relationship Management
1.      Ruang lingkup
BRM berbeda dari manajemen hubungan perusahaan dan manajemen hubungan pelanggan meskipun hal itu berkaitan. Ini adalah ruang lingkup yang lebih besar daripada penghubung yang sejalan kepentingan bisnis dengan TI Penyerahan
Ruang lingkup manajemen hubungan bisnis berfokus pada penyelarasan pelanggan tujuan dengan kegiatan penyedia layanan TI , yaitu, semua interaksi bahwa penyedia layanan memiliki dengan pelanggan .
2.      Maksud dan tujuan
Pengertian
Manajemen hubungan bisnis (BRM) adalah pendekatan formal untuk pemahaman, mendefinisikan, dan mendukung kegiatan antar-usaha yang terkait dengan jaringan bisnis Tujuan
Tujuan dari manajemen hubungan bisnis adalah untuk memahami kebutuhan pelanggan bisnis dan untuk memberikan layanan yang memenuhi kebutuhan tersebut .
3.     Prinsip Umum
Prinsip Business Relationship Management
•         Pengukuran dan analisis
Tujuan BRM mengharuskan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dapat diidentifikasi dan diukur. Mengingat model, seseorang harus mampu mengidentifikasi hubungan bisnis yang mereka terlibat dalam, dan mengukur mereka dalam hal seperti kuantitas atau durasi. Hal yang sama berlaku untuk setiap aspek BRM, seperti jenis, peran, atau prinsip.
Setiap hubungan bisnis memiliki tujuan yang memerlukan partisipasi dari peran ganda untuk mencapai. Tujuan dari hubungan bisnis yang diberikan adalah diskrit dan terukur.
•         Reputasi dan kepercayaan
Model BRM harus berusaha untuk model dan mengukur reputasi dan kepercayaan .
Setiap hubungan, dan setiap interaksi di dalamnya, memberikan kontribusi untuk reputasi. Reputasi meringankan risiko dan mengurangi gesekan dalam proses bisnis. Kepedulian untuk reputasi incentivizes perilaku yang baik.
Tidak adanya kepercayaan akan menyebabkan hubungan bisnis untuk gagal. Kepercayaan meningkatkan efisiensi dan memungkinkan resolusi konflik. Hubungan antara kepercayaan sebagai konsep inti tradisional dan dalam bentuk yang muncul 'radikal' sebagai komponen dari komunitas online harus dijelaskan.
•         Governance
Model BRM perlu memperhitungkan dan menyelaraskan dengan model tata kelola perusahaan , termasuk etika bisnis , kendala hukum, dan norma-norma sosial yang berlaku untuk hubungan bisnis.
•         Batas
Model BRM harus menentukan batas-batas hubungan bisnis dalam kontinum yang lebih besar dari hubungan interpersonal. Selain isu-isu pemerintahan, model harus memeriksa jika ada tingkat optimal dari hubungan pribadi, dan apakah mereka berbeda berdasarkan jenis, peran, atau atribut lainnya. model harus membantu menentukan batas-batas yang mengoptimalkan efektivitas sementara mendukung tata kelola yang baik.
•         Pertukaran dan timbal balik
Model BRM pertukaran dan timbal balik harus memperluas dimensi tradisional untuk akun untuk tidak hanya pertukaran keuangan, tetapi juga pertukaran waktu, uang, pengetahuan, dan reputasi. Ini adalah fitur kunci dari hubungan bisnis.
4.     PERAN
Sebagai peran organisasi, BRM peran organisasi adalah hubungan antara penyedia layanan dan bisnis. Peran bertindak sebagai penghubung, orkestra, dan navigator antara penyedia layanan dan satu atau unit bisnis yang lebih.
Peran Bisnis Relationship Manager telah diperkenalkan di ITIL 2011 untuk melakukan kegiatan dalam proses bisnis Relationship Management.
5.     Hubungan dengan proses manajemen layanan lainnya
      Deskripsi proses
ITIL Bisnis Relationship Management, Manajemen Hubungan Bisnis
Bisnis Relationship Management telah diperkenalkan sebagai proses baru dalam ITIL 2011.
Terbaru tempat bimbingan survei kepuasan pelanggan dan manajemen pengaduan dalam Bisnis Relationship Management. Akibatnya, proses yang sesuai telah dipindahkan dari terus menerus Peningkatan Pelayanan untuk Bisnis Relationship Management. Gambaran proses ITIL Bisnis Relationship Management, menunjukkan antarmuka yang paling penting.

Manajemen Keuangan untuk Layanan TI
1.      Ruang lingkup
Pada ruang lingkup yang lebih luas, sebagai contoh pada lingkungan bisnis, kehadiran teknologi informasi mulai disadari dapat menghadirkan berbagai solusi yang dapat membantu proses bisnis yang ada. Departemen TI pada sebuah perusahaan mulai dibangun dan secara konstan diminta untuk mengembangkan suatu layanan, mengembangkan suatu sistem, dan mengoptimalkan efesiensi bisnis berbasis teknologi informasi.
2.      Maksud dan Tujuan
Pada dasarnya tujuan manajemen keuangan (The Main Objective of Financial Management) adalah memaksimumkan nilai perusahaan atau memaksimumkan kemakmuran pemegang saham, bukan memaksimumkan profit. Arti memaksimumkan profit, berarti mengabaikan tanggung jawab sosial, mengabaikan risiko, dan berorientasi jangka pendek, sedangkan arti memaksimumkan kemakmuran pemegang saham atau nilai perusahaan dapat diartikan sebagai berikut:
1)     Memaksimumkan nilai sekarang (present value) semua keuntungan di masa datang yang akan diterima oleh pemilik perusahaan.
2)     Lebih menekankan pada aliran hasil bukan sekedar laba bersih dalam pengertian akuntansi.

Layanan TI Manajemen kontinuitas
1.      Ruang lingkup
Pelayanan merupakan pengelolaan layanan TI sendiri, dapat melibatkan sejumlah praktek manajemen untuk memastikan bahwa layanan TI yang disediakan seperti yang disepakati antara penyedia jasa dan nasabah.
Layanan dalam pengiriman diabagi menjadi beberapa bagian :
1.    TI Manajemen Keuangan.
2.    Manajemen TI Kontinuitas.
3.    Kapasitas Manajemen.
4.    Ketersediaan Manajemen.
5.    Service Level Manajemen.
6.    Layanan Meja.
ITIL ( Information Technology Infrastructure Library), merupakan suatu rangkaian konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI).
ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku, masing-masing membahas suatu topik pengelolaan (TI), Nama ITIL dan IT Infrastruckture Libaary merupakan merek dagang terdaftar dari
Office of Government Commerce  (OGC).
2.      Maksud dan tujuan
Layanan Continuity Management (ITSCM) IT bertujuan untuk mengelola risiko yang serius dapat mempengaruhi layanan TI. ITSCM memastikan bahwa penyedia layanan TI selalu dapat memberikan minimum setuju Layanan Levels, dengan mengurangi resiko dari kejadian bencana untuk tingkat yang dapat diterima dan perencanaan untuk pemulihan layanan TI. ITSCM harus dirancang untuk mendukung Business Continuity Management.
Manajemen keamanan informasi dan manajemen akses
1.      Kebijakan keamanan informasi
 Suatu kebijakan keamanan harus diterapkan untuk mengarahkan keseluruhan program. Perusahaan dapat menerapkan keamanan dengan pendekatan yang bertahap, diantaranya:
a.       Fase 1:
Inisiasi Proyek. Membentuk sebuah tim untuk mengawas proyek kebijakan keamanan tersebut.
b.      Fase 2:
Penyusunan Kebijakan. Berkonsultasi dengan semua pihak yang berminat dan terpengaruh.
c.       Fase 3:
Konsultasi dan persetujuan.Berkonsultasi dengan manajemen untuk mendapatkan pandangan mengenai berbagai persyaratan kebijakan.
d.      Fase 4:
Kesadaran dan edukasi.Melaksanakan program pelatihan kesadaran dan edukasi dalam unit-unit organisasi.
e.      Fase 5:
Penyebarluasan Kebijakan. Kebijakan ini disebarluaskan ke seluruh unit organisasi dimana kebijakan tersebut dapat diterapkan.
Kebijakan Keamanan yang Terpisah
      Keamanan Sistem Informasi
      Pengendalian Akses Sistem
      Keamanan Personel
      Keamanan Lingkungan Fisik
      Keamanan Komunikasi data
      Klasifikasi Informasi
      Perencanaan Kelangsungan Usaha
      Akuntabilitas Manajemen
 kebijakan terpisah ini diberitahukan kepada karyawan, biasanya dalam bentuk tulisan, dan melalui program pelatihan dan edukasi. Setelah kebijakan ini ditetapkan, pengendalian dapat diimplementasikan.
2.      Sistem manajemen keamanan informasi
Sistem Deteksi Gangguan
            Logika dasar dari sistem deteksi gangguan adalah mengenali upaya pelanggaran keamanan sebelum memiliki kesempatan untuk melakukan perusakan. Salah satu contoh adalah peranti lunak proteksi virus (virus Protection software)  yang telah terbukti efektif melawan virus yang terkirim melalui e-mail. Peranti lunak tersebut mengidentifikasi pesan pembawa virus dan memperingatkan si pengguna.
Firewall
            Firewall berfungsi sebagai penyaring dan penghalang yang membatasi aliran data dari perusahaan tersebut dan internet. Konsep dibalik firewall adalah dibuatnya suatu pengaman untuk semua komputer pada jaringan perusahaan dan bukannya pengaman terpisah untuk masing-masing komputer.
Tiga jenis firewall adalah :
Firewall penyaring paket router adalah alat jaringan yang mengarahkan aliran lalu lintas jaringan.
Firewall tinngkat sirkuit salah satu peningkatan keamanan dari router adalah firewall tingkat sirkuit yang terpasang antara internet dan jaringan perusahaan tapi lebih dekat dengan medium komunikasi daripada router.
Firewall tingkat aplikasi. Firewall ini berlokasi antara router dan komputer yang menjalankan aplikasi tersebut.
3.      Fasilitas manajemen control akses fisik
Fasility manajemen atau manajemen fasilitas adalah bagian dari Service operation (SO) bila kita hubungkan pada ITIL. Manajemen ini mengacu pada pemeliharaan dan perawatan sarana fisik. Adapun untuk Kebijakan dan manual prosedur yang ada dalam manajemen ini biasanya  difokuskan pada pusat data (data center) dan fasilitas peralatan.
Jadi  secara  garis  besar  manajemen  fasilitas  ini  adalah  dasar  dari  tujuan  untuk mendapatkan tingkat layanan   yang efektiv dalam rangka sebagai sistem pendukung operasional (Operation Support system/OSS) dari layanan IT,   peralatan telekomunikasi switching dan infrastruktur jaringan. Sistem ini adalah landasan dari layanan untuk dipakai sebagai fasilitas yang menjaga keamanan dan integritas.
Sumber:
https://en.wikipedia.org/wiki/Business_relationship_management
https://keziaputriandriana.wordpress.com/2013/12/13/pengaruh-teknologi-informasi-terhadap-manajemen-keuangan-2/
http://riyadiwicaksonoumbohadii.blogspot.co.id/2016/03/manajemen-layanan-sistem-informasi.html?view=sidebar
http://olafrider.blogspot.co.id/2014/12/sistem-informasi-manajemen-keamanan_82.html


Senin, 21 Maret 2016

Manajemen Layanan Sistem Informasi

Section 1
PENGANTAR
Pada saat ini semakin diakui bahwa informasi merupakan sumber daya strategis yang paling penting yang harus dikelola oleh setiap organisasi. Kunci untuk mengumpulkan, analisis, produksi dan distribusi informasi dalam suatu organisasi adalah kualitas layanan TI yang disediakan untuk bisnis. Tujuan utama dari Service Management adalah untuk memastikan bahwa layanan TI selaras dengan kebutuhan bisnis dan secara aktif mendukung mereka.  

  • Bagaimana memahami manajemen layanan?

Dengan melakukan pengamatan proaktif pada pemberian layanan IT yang dilakukan untuk memastikan target akan menyepakati sebelumnya untuk tanggung jawab, kualitas dan ketersediaan secara konsisten dapat terpenuhi.



  • Kenapa sangat penting untuk perusahaan?

Karena ketika suatu perusahaan mulai banyak membutuhkan IT sebagai penyedia layanan, semakin penting untuk memperhatikan tingkat kebaikan dan kualitas layanan. Jika layanan IT ingin dikelola secara efektif, harus memperhatikan langkah-langkah yang akan diterapkan untuk memastikan bahwa kinerja yang sebelumnya telah sepakat untuk di toleransi.

  • Bagaimana manajemen layanan dapat membantu penyedia layanan untuk memberikan dan mengelola layanannya,
1. Memastikan kinerja penyedia layanan berada dalam batas-batas yang ditentukan dan disepakati.
2. Pencegahan pelanggaran SLA/Service Level Agreement.
3. Identifikasi dan pemantuan Indikator Utama Kinerja (Key Performance Indicators or KPI.
4. Penyediaan informasi kepada fungsi desain layanan untuk memungkinkan peningkatan kualitas pelayanan.

Kerangka I.T.I.L
IT Infrastructure Library (ITIL) merupakan standar yang dikeluarkan pemerintah United Kingdom (UK) sebagai kerangka kerja yang diacu oleh best practice proses dan prosedur manajemen operasional. Lebih spesifik, ITIL terutama memfokuskan terhadap pendefinisian fungsi, operasional dan atribut organisasi yang diperlukan agar manajemen operasional dapat dioptimasi secara penuh ke dalam dua kategori utama pengelolaan Aktivitas TI dalam perusahaan yaitu: Service Support Management dan Service Delivery Management.
ITIL atau Information Technology Infrastructure Library adalah suatu rangkaian konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan TI. Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya. ITIL memberikan deskripsi detail tentang beberapa praktik TI penting dengan daftar cek, tugas, serta prosedur yang menyeluruh yang dapat disesuaikan dengan segala jenis organisasi TI.
Walaupun dikembangkan sejak dasawarsa 1980-an, penggunaan ITIL baru meluas pada pertengahan 1990-an dengan spesifikasi versi keduanya (ITIL v2) yang paling dikenal dengan dua set bukunya yang berhubungan dengan ITSM (IT Service Management), yaitu Service Delivery (Antar Layanan) dan Service Support (Dukungan Layanan).
Pada 30 Juni 2007, OGC menerbitkan versi ketiga ITIL (ITIL v3) yang intinya terdiri dari lima bagian dan lebih menekankan pada pengelolaan siklus hidup layanan yang disediakan oleh teknologi informasi. Kelima bagian tersebut adalah:
1. Service Strategy
2. Service Design
3. Service Transition
4. Service Operation
5. Continual Service Improvement



Terdapat 2 komponen operasional ITIL yaitu :

1. Service Support (yaitu aktifitas yang dilaksanakan minimal setiap hari)
2. Service Delivery (yaitu aktivitas yang dilaksanakan minimal setahun/kuartal/bulanan)

Tujuan Information Technology Infrastructure Library (ITIL) adalah untuk menyediakan petunjuk untuk praktek terbaik dalam manajemen layanan teknologi informasi. Ini mencakup pilihan yang dapat diapdopsi dan diadaptasi oleh organisasi berdasarkan kebutuhan bisnisnya, keadaan, dan kedewasaan dari penyedia layanan

Model Manajemen pelayanan I.T.I.L :
 Gambar kegiatan utama dari tahap siklus hidup layanan



Section 2 :
Strategi Layanan
Service Strategy memberikan panduan kepada pengimplementasi ITSM pada bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tapi juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan. Panduan ini disajikan dalam bentuk prinsip-prinsip dasar dari konsep ITSM, acuan-acuan serta proses-proses inti yang beroperasi di keseluruhan tahapan ITIL Service Lifecycle.

Strategi layanan dari setiap penyedia layanan harus didasarkan atas dasar pengakuan bahwa pelanggan tidak membeli produk, mereka membeli kepuasan dari kebutuhan khusus. Oleh karena itu, untuk menjadi sukses, layanan yang disediakan harus dapat dirasakan oleh pelanggan untuk memberikan nilai yang cukup dalam bentuk manfaat yang ingin dicapai pelanggan.
Mencapai pemahaman yang mendalam mengenai kebutuhan pelanggan, dalam hal apa kebutuhannya, kapan dan mengapa itu terjadi, juga membutuhkan pemahaman yang jelas tentang persis yang pelanggan yang sudah ada atau potensi pengguna dari penyedia layanan. Hal ini, pada gilirannya, memerlukan penyedia layanan untuk memahami konteks yang lebih luas dari saat ini dan potensi pasar tempat beroperasi penyedia layanan, atau mungkin ingin beroperasi di dalamnya.
Strategi layanan tidak dapat diciptakan atau ada dalam isolasi strategi menyeluruh dan budaya organisasi yang dimiliki oleh penyedia layanan. Penyedia layanan mungkin ada dalam suatu organisasi semata‐mata untuk memberikan layanan pada satu unit bisnis yang spesifik, untuk layanan unit bisnis, atau mungkin beroperasi sebagai penyedia layanan eksternal yang melayani beberapa bisnis eksternal. Strategi yang diadopsi harus memberikan nilai yang cukup kepada pelanggan dan semua stakeholder penyedia layanan ‐ harus memenuhi.

Resiko yang dihadapi oleh para penyedia layanan TI
Setiap penyedia layanan tunduk pada kekuatan kompetitif
Semua penyedia layanan dan pelanggan beroperasi dalam satu atau lebih pasar internal atau eksternal. Penyedia jasa harus berusaha untuk mencapai pemahaman yang lebih baik dibandingkan pesaingnya dalam pasar yang dinamis, pelanggan di dalamnya, dan kombinasi dari faktor keberhasilan kritis pasar yang unik

Jenis penyedia layanan TI:
• Services Strategy (SS), meliputi perencanaan strategis manajemen layanan dan keterpaduan pelayanan dengan strategi bisnis. 
• Services Design (SD), outlines desain danpengembangan layanan jasa dan prosesmanajemen. 
• Services Transition (ST), mengilustrasikanbagaimana persyaratan tahapan sebelumnya(strategi dan desain) untuk layanan yangberkelanjutan dan dapat dipertahankan. 
• Services Operation (SO), meliputi penyampaianyang efektif dan efisien dan dukungan layanan,juga menyediakan referensi untuk kegiatanoperasional dalam proses-proses lain.
• Continual Service Improvement (CSI),perbaikan layanan yang berkelanjutan danpengukuran kinerja proses yang diperlukanuntuk layanan

· Tipe I - penyedia layanan internal: Ini adalah unit IT di rumah biasanya
diposisikan dalam unit bisnis yang mereka layani, meskipun itu adalah umum
untuk unit skala yang lebih kecil IT ini akan dikonsolidasikan ke departemen
IT.
· Tipe II - Bersama layanan Unit: Ini adalah di mana berbagai fungsi,
dianggap sebagai non-inti untuk bisnis, dikelompokkan bersama-sama ke unit
pelayanan bersama perusahaan.
· Tipe III - penyedia layanan eksternal: Ini adalah entitas komersial terpisah
dari bisnis itu layanan, dan beroperasi sebagai bisnis yang kompetitif di pasar.
Empat(4) strategi:
4 pokok utama sebagai penunjang agar penyedia layanan TI dapat berkerja
dengan baik berikut keempat strategi yang digunakan :
· Perspektif: ini berkaitan dengan visi, arah dan filosofi
penyedia layanan TI untuk melakukan bisnis dengan pelanggannya.
· Posisi: Ini menggambarkan strategi dalam hal pendekatan
umum penyedia layanan TI untuk penawaran layanan (misalnya nilai tinggi
atau biaya rendah, penekanan pada utilitas atau garansi).
· Rencana: ini menjelaskan strategi sebagai rencana yang
menunjukkan bagaimana penyedia layanan TI akan bergerak dari tempat itu
hari ini ke tempat itu ingin menjadi.
· Pola: Ini menggambarkan strategi sebagai cara yang
konsisten membuat keputusan.


Manajemen Layanan sebagai Aset Strategis: Penggunaan ITIL untuk mengubah kemampuan manajemen layanan menjadi aset strategis, dengan menggunakan Manajemen Layanan untuk memberikan dasar bagi kompetensi inti, kinerja khusus dan keuntungan tahan lama, serta meningkatkan potensi penyedia layanan dari:

· kapabilitas: kemampuan penyedia layanan (dalam hal manajemen, organisasi proses, pengetahuan dan orang‐orang) untuk mengkoordinasikan, mengendalikan dan menyebarkan sumber daya
    ·   sumber daya: masukan langsung untuk memproduksi layanan,          misalnya keuangan, modal, infrastruktur, aplikasi, informasi             dan orang‐orang.


Section 3 :

Mengapa Desain Layanan itu penting ?
Desain Layanan adalah tahap dalam siklus hidup layanan secara keseluruhan dan merupakan elemen penting dalam proses perubahan bisnis.

Peran Desain Layanan dalam proses perubahan bisnis dapat didefinisikan sebagai:
Desain yang tepat dan inovatif layanan TI, termasuk arsitekturnya, proses, kebijakan dan dokumentasi, untuk memenuhi kebutuhan sekarang dan masa depan bisnis yang telah disepakati.

Lima Aspek Utama Dari Desain Layanan ?
Terdapat 5 aspek individu dalam Desain Layanan:
ITIL (Information Technology Infrastructure Library) Mempunyai lima aspek
yang terpisah dari desain layanan. sebagaimana menggambarkan ruang lingkup ini
bagian dari siklus hidup layanan sebagai berikut
· Pengenalan layanan baru atau diubah melalui identifikasi akurat kebutuhan
bisnis dan definisi yang disepakati persyaratan layanan.
· Sistem manajemen layanan dan alat-alat seperti portofolio layanan,
memastikan saling konsistensi dengan layanan lain dan alat yang tepat
dukungan.
· Kemampuan arsitektur teknologi dan sistem manajemen untuk
mengoperasikan dan memelihara layanan baru.
· Kemampuan semua proses, bukan hanya orang-orang dalam desain layanan,
untuk mengoperasikan dan memelihara layanan baru dan berubah.
· Merancang dalam metode pengukuran yang tepat dan metrik yang diperlukan
untuk analisis kinerja pelayanan, meningkatkan pengambilan keputusan dan
perbaikan terus-menerus.

TUJUAN LAYANAN DESAIN
Tujuan utama dari layanan desain ada 5 yaitu:
· Merancang layanan yang tidak hanya memenuhi bisnis dan pemangku
kepentingan tujuan dalam hal kualitas, kemudahan penggunaan, kepatuhan
dan keamanan, tetapi juga meminimalkan total biaya kepemilikan.
· Untuk merancang kebijakan yang efisien dan efektif, rencana, proses,
arsitektur dan kerangka kerja untuk mengelola layanan di seluruh siklus hidup
mereka.
· Untuk mendukung layanan transisi dalam mengidentifikasi dan mengelola
risiko yang terkait dengan memperkenalkan layanan baru atau diubah.
· Merancang sistem pengukuran untuk menilai efisiensi dan efektivitas desain
layanan dan kiriman nya.
· Untuk berkontribusi peningkatan pelayanan terus-menerus (CSI), terutama
dengan merancang fitur dan manfaat dan kemudian menanggapi peluang
perbaikan diidentifikasi dari lingkungan operasional.

Tujuan dan sasaran utama Desain Layanan adalah sebagai berikut:
· Desain layanan untuk mempertemukan manfaat bisnis yang telah disetujui
· Desain proses untuk menunjang sikus hidup layanan
· Mengidentifikasi dan mengelola resiko
· Desain keamanan dan kerentanan infrastuktur TI, lingkungan layanan, arsitektur, kerangka kerja, dan dokumen untuk menunjang desain dari kuaitas solusi TI
·  Membangun keahlian dan kemampuan dalam TI
·  Berkontribusi terhadap keseluruhan peningkatan kualitas layanan TI

Paket Desain Layanan (SDP): mendefinisikan seluruh aspek dalam layanan TI dan keseluruhan persyaratan dari setiap tingkatan dalam siklus hidup layanan. SDP dihasilkan untuk setiap layanan TI baru, perubahan mayor, atau layanan TI yang dikeluarkan.


Sumber:
http://darmansyah.weblog.esaunggul.ac.id/2013/08/11/kerangka-kerja-itil-dalam-tata-kelola-ti/
http://satryaadipratama.blogspot.co.id/2010/08/technology-infrastructure-library-itil.html
http://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2012/02/Terjemahan-ITIL-V.3-IKC.pdf




Senin, 23 November 2015

Tugas Teori Organisasi Umum 2

TEORI ORGANISASI UMUM
TUGAS 2 SOFTSKILL

DISUSUN OLEH      :
·         ALDISAR MAULUDIN
·         DIO PRABOWO
·         ERSA YUSIANA PUTRI
·         FITRI NUR AINI
·         GENTAR JAGAT RAYA
·         MUNK KUSUMA AJI
·         PERMANA YOGA
·         SIGIT YHONDRA

KELAS           : 2KA38








FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
JURUSAN SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 2015/2016



TUGAS TEORI ORGANISASI DASAR.
1.      Cari contoh tentang komuniskasi dan pengambilan keputusan dalam berorganisasi!
2.      Studi kasus mengenai Teamwork dan Kepemimpinan!
3.      Buat rangkuman tentang desain dan struktur organisasi:
-          Dimensi struktur organisasi
-          Departemensial
-          Model-model desain organisasi
-          Implikasi mangenai desain dan struktur organisasi

JAWAB:
1.      Contoh kasus tentang komunikasi dan pengambilan keputusan
-           Contoh kasus komunikasi :
                        Komunikasi dalam organisasi, kepuasan kerja, kinerja. Dewasa ini telah banyak       organisasi yang berdiri dan berkembang sukses baik dalam skala kecil maupun besar.
Organisasi sendiri merupakan suatu alat dimana orang-orang mempersatukan kecakapan dan usaha mereka untuk mencapai tujuan bersama. Sering dijumpai bahwa karyawan kurang terpuaskan hatinya dalam melaksanakan tugasnya karena informasi mengenai prosedur kerja yang disampaikan  pimpinan kurang dapat dipahami. Sehingga karyawan cenderung merasa khawatir, segan, dan takut dalam melaksanakan tugasnya.
Dengan adanya perasaan-perasaan tersebut dalam melaksanakan tugas mengakibatkan kinerja karyawan menjadi menurun. Salah satu jalan mengatasi semua ini adalah dengan saluran komunikasi.
Berdasarkan contoh kasus diatas ini disarankan antara atasan dengan bawahan pada Pabrik Kertas CV Setia Kawan Tulungagung lebih sering meningkatkan koordinasi (mengadakan sharing) sehingga setiap kegiatan akan berjalan dengan baik karena dapat mengerti perasaan karyawan mulai dari masalah pekerjaan, rekan sekerja, sampai masalah kesesuaian upah,  secara periodik para atasan (direktur, manager, kepala bagian)lebih sering terjun langsung ke lapangan sehingga dapat meningkatkan kepuasan dan kinerja, pimpinan memperhatikan keluhan-keluhan dari para karyawan.

-           Contoh kasus pengambilan keputusan dalam berorganisasi
                DPR yang masih ragu dalam pengambilan keputusan menaikkan tarif listrik 10%. Ini di karenakan bentroknya pemerintah dengan masyarakat. Pemerintah yang ingin tarif di naikkan, dan masyarakatnyanya yang tidak setuju. Mungkin bagi pemerintah memaksa ingin menaikkan tarif 10% hanya hal biasa saja, tetapi bagi masyarakat apalagi yang tidak mampu ini adalah hal yg berat. Akibatnya pihak DPR pun belum mengambil keputusan apapun untuk menaikkan atau tidak.
Berdasarkan contoh kasus diatas ini pengambilan keputusan dalam organisasi yang diangkat oleh kelompok III, DPR harus mengambil keputusan dengan bijak secepatnya agar permasalahan atau perselisihan dengan masyarakat bisa dapat diselesaikan.



2.      Studi kasus Teamwork dan Kepemimpinan
-          Teamwork
Kasus 1:
TEAMWORK PERAWAT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH X
RSUD X merupakan salah satu rumah sakit umum yang berada di daerah X. Dengan Visi menjadi Rumah Sakit Umum yang diminati oleh masyarakat. RSUD X selalu berusaha untuk berbenah diri agar dapat bertahan di tengah
persaingan pertumbuhan rumah sakit di daerah tersebut. Kenyataan di lapangan menunjukan bahwa RSUD X belum menunjukan hasil yang maksimal. Munculnya keluhan masyarakat mengenai pelayanan yang di berikan RSUD X dan jumlah pasien yang belum menunjukkan peningkatan adalah bukti yang mengindikasikan bahwa pihak RSUD X belum mampu mewujudkan visi tersebut.
            Berdasarkan wawancara awal diperoleh informasi mengenai ketidakpuasan pasien terhadap kualitas pelayan yang diberikan oleh RSUD X, khususnya pada bagian keperawatan. Melalui survey kepada beberapa perawat di RSUD X diperoleh data yang menunjukkan bahwa perawat kurang merasakan adanya kerjasama dan komunikasi yang baik, kurang memiliki rasa saling percaya dan saling mendukung, kurang mengetahui visi dan misi organisasi dan merasakan teamwork yang kurang efektif di RSUD X.
            Sikap tidak peduli dan saling menyalahkan antar perawat, kurang adanya keinginan dan kesadaran untuk menyelesaikan konflik, kurang adanya kesadaran para perawat akan pentingnya kerjasama dan komunikasi sehingga sering menimbulkan konflik serta hubungan antar perawat yang dirasakan kurang harmonis yang menghambat terjalinnya kerjasama merupakan indikator masalah yang sebenarnya dihadapi oleh pihak RSUD X.

-          Kepemimpinan
Kasus 2:
Hartoyo Sebagai Manajer
            Drs. Hartoyo telah menjadi manajer tingkat menengah dalam departemen produksi suatu perusahaan kurang lebih 6 bulan. Hartoyo bekerja pada perusahaan setelah dia pensiun dari tentara. Semangat kerja departemennya rendah sejak ia bergabung dalam perusahaan. Beberapa dari karyawan menunjukkan sikap tidak puas dan agresif.
            Pada jam istirahat makan siang, hartoyo bertanya pada drs. Abdul hakim, ak, manajer departemen keuangan, apakah dia mengetahui tentang semangat kerja yang rendah dalam departemen produksi. Abdul hakim menjawab bahwa dia telah mendengar secara informal melalui komunikasi “grapevine”, bahwa para karyawan hartoyo merasa tidak senang dengan pengambilan semua keputusan yang dibuat sendiri olehnya. Dia (hartoyo) menyatakan, “dalam tentara, saya membuat semua keputusan untuk bagian saya, dan semua bawahan mengharapkan saya untuk berbuat seperti itu.”

Pertanyaan kasus :
1.        Gaya kepemimpinan macam apa yang digunakan oleh hartoyo? Bagaimana keuntungan dan kelemahannya? Bandingkan motivasi bawahan hartoyo sekarang dan dulu sewaktu tentara.
Mungin Hartoyo masih terbawa gaya kepemimpinan saat ia menjadi tentara, yaitu Tipe Militerlistik. Ciri-cirinya antara lain :
a.      Dalam komunikasi menggunakan saluran formal
b.      Menggunakan system komando/perintah
c.        Segala sesuatubersifat formal
d.      Disiplin yang tinggi, kadang bersifat kaku
Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh tipe kepemimpinan militerlistik, jelaslah bahwa tipe pemimpin seperti ini bukan merupakan pemimpin yang ideal.
Motivasi bawahan hartoyo yang sekarang adalah rendah. Semangat kerja mereka rendah karena mereka tidak senang dengan pengambilan semua keputusan yang dibuat oleh hartoyo sendiri. Berbeda dengan saat hartoyo menjadi tentara, motivasi bawahan hartoyo tinggi karena mereka senang atas pengambilan semua keputusan yang dibuatnya dan memang mereka mengharapkan hartoyo berbuat seperti itu.


2.       Konsekuensinya apa, bila hartoyo tidak dapat merubah gaya kepemimpinannya? Apa saran saudara bagi perusahaan, untuk merubah keadaan?
Konsekuensi yang terjadi apabila hartoyo tidak dapat merubah gaya kepemimpinannya adalah bawahan hartoyo akan terus bersikap tidak puas dan agresif kepadanya. Jika terus menerus dibiarkan seperti itu, pekerjaan bawahan hartoyo tidak akan maksimal. Bahkan pekerjaan mereka bisa sangat buruk. Hal tersebut juga pasti akan berdampak besar pada perusahaan tersebut.
Saran saya adalah hartoyo harus merubah gaya kepemimpinannya. Sebab, orang-orang yang bekerja sebagai tentara mempunyai pemikiran yang berbeda dengan orang-orang yang bekerja di  perusahaan. Jangankan orang yang berbeda profesi, orang yang se-profesi saja kadangkala mempunyai buah pikir yang berbeda. Mungkin hartoyo dapat menggunakan gaya kepemimpinan tipe open leadership, yaitu hartoyo dapat mengambil keputusan yang dibuatnya tetapi ada pendekatan antara dia dan karyawan. Ciri-ciri tipe open leadership antara lain :
a.      Berpartisi akif dalam kegiatan organisasi
b.      Bersifat terbuka
c.        Bawahan diberi kesempatan untuk member saran dan ide-ide baru
d.      Keputusan ada ditangan pemimpin
e.       Menghargai potensi individu
Saran saya : Hartoyo harus merubah gaya kepemimpinannya menjadi pribadi yang baik, low profile, dapat menjalin komunikasi dengan baik, dapat menerima kritik dan saran yang di berikan oleh karyawannya.


Sumber: